Selasa, 02 Juli 2013

Materi Luka Bakar

LUKA BAKAR

                Luka bakar adalah semua cedera yang terjadi akibat paparan terhadap suhu yang tinggi

                Penyebab luka bakar :
Termal (suhu>60 °C), contoh: api, uap panas, dan lain-lain.
Kimia (asam/basa kuat) Listrik, contoh: listrik alat rumah tangga, kilat, dan lain-lain.
Radiasi, contoh: sinar matahari dan bahan radioaktif.

 Penampang Organ & Jaringan pada Kulit Manusia

                Penggolongan :



Luka Bakar Derajat 1
          Ciri-ciri        : 1.     Kemerahan.
                               2.     Yang terbakar epidermis.
                               3.     Nyeri, terkadang ada bengkak.
Contohnya: luka bakar akibat paparan sinar matahari.

Luka Bakar Derajat 2
          Ciri-ciri        : 1.     Lapisan epidermis dan bawahnya terbakar.
                               2.     Luka bakar paling sakit (karena mengenai syaraf).
                               3.     Bengkak dan terlihat gelembung pada kulit yang berisi
                                      cairan.
Contohnya: terkena percikan minyak panas.

Luka Bakar Derajat 3
          Ciri-ciri        : 1.     Lapisan yang terkena tidak terbatas, bahkan bisa sam-
                                      pai ke tulang.
                               2.     Luka bakar paling berat, kulit akan kering bahkan sam-
                                      pai dengan gosong.
                               3.     Mati rasa (karena syaraf ikut terbakar).
         


                 
                Luasan Permukaan Luka Bakar

Luas permukaan tubuh dalam penanganan luka bakar dan derajat berat luka bakar, luas permukaan tubuh yang terkena sangat berperan, pedoman yang dipakai adalah hukum sembilan (rule of nine), yaitu membagi daerah tubuh dengan prosentase 9 per-daerah tubuh. Cara lain menghitung luas luka bakar  dengan menggunakan luas telapak tangan penderita sebagai referensi, satu kali luas telapak tangan sama dengan 1 % Rule of Nine (Hukum Sembilan). Kiri untuk Dewasa dan Kanan untuk anak-anak.






Penanganan luka bakar secara umum:

                1. Nilai keamanan tempat kejadian dan keselamatan diri penolong
                2. Hentikan proses luka bakarnya, dengan mengalirkan air dingin pada bagian
                    yang terkena luka, bila terkena bahan kimia lakukan terus menerus selama
                    20 menit atau lebih.
                3. Lepaskan pakaian dan perhiasan.
                4. Lakukan penilaian dini, atasi semua masalah yang mengancam jiwa, beri
                    oksigen bila ada.
                5. Tentukan derajat berat luka bakar selama pemeriksaan fisik, hitung derajat,
                    luas permukaan yang terkena, lokasi dan faktor komplikasi.
                6. Tutup luka bakar, dengan penutup luka steril, jangan memecah gelembung,
                    jangan gunakan lemak, salep, cairan, antiseptik atau es. Jika luka bakar
                    mengenai mata pastikan kedua mata ditutup, bila yg terbakar jari-jari, maka
                    masing-masing jari dibalut terpisah.
                7. Jagalah suhu penderita, rujuk ke fasilitas kesehatan.


                 
Penanganan beberapa luka bakar khusus:

·         Luka bakar kimia: semua luka bakar kimia adalah luka bakar berat Penanganannya: Bahan kimia padat/bubuk, sapu dg sikat halus kemudian siram dengan air sebanyak-banyaknya
                1. Siram/aliri dengan air min 20 menit
                2. Amankan bekas pakaian penderita yang terkontaminasi
                3. Pasang penutup luka steril, atasi syok, rujuk ke fasilitas kesehatan

·         Luka bakar listrik, bahaya yg dihadapi adalah kemungkinan terjadinya henti napas & henti jantung, kerusakan jaringan syaraf dan organ dalam. Mungkin terlihat kecil dari luar tetapi kerusakan di dalam tubuh mungkin lebih luas. Penanganan luka bakar listrik:
                1. Nilai keamanan tempat kejadian dan keselamatan diri penolong
                2. Lakukan penilaian dini
                3. Periksa & cari luka bakar di daerah listrik masuk dan keluar
                4. Tutup luka dengan penutup luka steril
                5. Atasi syok bila ada
                6. Rujuk ke fasilitas kesehatan

Catatan :     Luka bakar inhalasi terjadi akibat menghirup udara panas, asap atau bahan racun yang masuk ke saluran pernafasan.
Ciri-cirinya :
1.    Bulu hidung hangus terbakar.
2.    Luka bakar pada wajah.
3.    Butir arang karbon dalam cairan ludah.
4.    Bau asap atau jelaga pada pernapasan.
5.    Kesukaran dan bunyinapas.
6.    Serak, batuk dan sulit bicara.
7.    Gerakan dad terbatas.
8.    Sianosis.

 Penanganannya dengan cara:
                1. Pindahkan penderita ke tempat aman
                2. Berikan oksigen,
                3. Lakukan penilaian dini terutama jalan napas dan pernapasan

                4. Rujuk ke fasilitas kesehatan 

0 komentar:

Poskan Komentar