Rabu, 26 Juni 2013

BALUT BIDAI

PEMBIDAIAN





PENGERTIAN

Membalut adalah tindakan untuk menyangga atau menahan bagian tubuh agar tidak bergeser atau berubah dari posisi yang dikehendaki.

TUJUAN

1. Menghindari bagian tubuh agar tidak bergeser dari tempatnya
2. Mencegah terjadinya pembengkakan
3. Menyokong bagian badan yang cidera dan mencegah agar bagian itu tidak bergeser
4. Menutup agar tidak kena cahaya, debu dan kotoran

ALAT DAN BAHAN

1. Mitella adalah pembalut berbentuk segitiga
2. Dasi adalah mitella yang berlipat – lipat sehingga berbentuk seperti dasi
3. Pita adalah pembalut gulung
4. Plester adalah pembalut berperekat
5. Pembalut yang spesifik
6. Kassa steril


CONTOH ALAT BALUT BIDAI

  1. Mitella

         Mitella adalah pembalut berbentuk segitiga
    • Bahan pembalut terbuat dari kain yang berbentuk segitiga sama kaki dengan berbagai ukuran. Panjang kaki antara 50 – 100 cm.
    • Pembalut ini dipergunakan pada bagian kaki yang terbentuk bulat atau untuk menggantung bagian anggota badan yang cedera
    • Pembalut ini bisa dipakai pada cedera di kepala, bahu, dada, siku, telapak tangan, pinggul, telapak kaki dan untuk menggantung tangan
         Cara membalut dengan mitela :
    • Salah satu sisi mitella dilipat 3 – 4 cm sebanyak 1 – 3 kali
    • Pertengahan sisi yang telah terlipat diletakkan diluar bagian yang akan dibalut, lalu ditarik secukupnya dan kedua ujung sisi itu diikatkan
    • Salah satu ujung yang bebas lainnya ditarik dan dapat diikatkan pada ikatan b, atau diikatkan pada tempat lain maupun dapat dibiarkan bebas, hal ini tergantung pada tempat dan kepentingannya

    2.  Dasi    

         Dasi adalah mitella yang berlipat – lipat sehingga berbentuk seperti dasi
    • Pembalut ini adalah mitella yang dilipat – lipat dari salah satu sisi segitiga agar beberapa lapis dan berbentuk seperti pita dengan kedua ujung – ujungnya lancip dan lebarnya antara 5 – 10 cm
    • Pembalut ini biasa dipergunakan untuk membalut mata, dahi (atau bagian kepala yang lain), rahang, ketiak, lengan, siku, paha, lutut, betis dan kaki terkilir

         Cara membalut dengan dasi :
    • Pembalut mitella dilipat – lipat dari salah satu sisi sehingga berbentuk pita dengan masing – masing ujung lancip
    • Bebatkan pada tempat yang akan dibalut sampai kedua ujungnya dapat diikatkan
    • Diusahakan agar balutan tidak mudah kendor dengan cara sebelum diikat arahnya saling menarik
    • Kedua ujungnya diikatkan secukupnya

    3.  Pita

         Pita adalah pembalut gulung
    • Pembalut ini dapat dibuat dari kain katun, kain kassa, flanel atau bahan elastis. Yang paling sering adalah dari kassa, hal ini karena kassa mudah menyerap air, darah dan tidak mudah bergeser (kendor)
    • Macam – macam pembalut dan penggunaanya :
      • Lebar 2,5 cmv : biasa untuk jari – jari
      • Lebar 5 cmv : biasa untuk leher dan pergelangan tangan
      • Lebar 7,5 cmv :biasa untuk kepala, lengan atas, lengan bawah, betis dan kaki
      • Lebar 10 cmv : biasa untuk paha dan sendi panggul
      • Lebarv > 10 – 15 cm : biasa untuk dada, perut dan punggung

         Cara membalut dengan pita :
    • Berdasar besar bagian tubuh yang akan dibalut, maka dipilih pembalutan pita ukuran lebar yang sesuai Balutan pita biasanya beberapa lapis, dimulai dari salah satu ujung yang diletakkan dari proksimal ke distal menutup sepanjang bagian tubuh yang akan dibalut kemudian dari distal ke proksimal dibebatkan dengan arah bebatan saling menyilang dan tumpang tindih antara bebatan yang satu dengan bebatan berikutnya
    • Kemudian ujung yang dalam tadi diikat dengan ujung yang lain secukupnya

    4.  Plester

         Plester adalah pembalut berperekat
    • Pembalut ini untuk merekatkan penutup luka, untuk fiksasi pada sendi yang terkilir, untuk merekatkan pada kelainan patah tulang
    • Khusus untuk penutup luka, biasa dilengkapi dengan obat anti septik
        Cara membalut luka dengan plester
    • Jika ada luka terbuka : luka diberi obat antiseptik, tutup luka dengan kassa, baru lekatkan pembalut plester
    • Jika untuk fiksasi (misalnya pada patah tulang atau terkilir) : balutan plester dibuat ”strapping” dengan membebat berlapis – lapis dari distal ke proksimal dan untuk membatasi gerakkan tertentu perlu kita yang masing – masing ujungnya difiksasi dengan plester

    5. Pembalut yang spesifik


    • Snelverband adalah pembalut pita yang sudah ditambah dengan kassa penutup luka dan steril, baru dibuka pada saat akan dipergunakan, sering dipakai pada luka – luka lebar yang terdapat pada badan
    • Sufratulle adalah kassa steril yang telah direndam dengan obat pembunuh kuman. Biasa dipergunakan pada luka – luka kecil


   6. Kassa steril


    • Adalah kassa yang dipotong dengan berbagai ukuran untuk menutup luka kecil yang sudah diberi obat – obatan (antibiotik, antiplagestik)
    • Setelah ditutup kassa itu kemudian baru dibalut

0 komentar:

Poskan Komentar